Minggu, 19 Mei 2013

Antara Rumah Hingga Sidareja

Bus Sidareja - Purwokerto Sudah Menantiku


Segala keperluan untuk acara ABFI nanti sudah lengkap dan segera meluncur menuju terminal Sidareja dengan diantarkan adik saya yang bernama Sohibun. Persiapan dalam keamanan berkendara karena menuju terminal tersebut menggunakan sepeda motor, tentu saja kelengkapan surat berupa STNK dan SIM menjadi prioritas utama. 

Spion maupun tutup pentil pun tak luput dari pemeriksaan, karena memang di daerah Jawa Tengah kepolisian setempat dalam merazia kendaraan sangat mendetail. Helm sebagai pengamanan utama dalam berkendara juga tidak ketinggalan dan selalu saya pakai kemanapun tujuannya. Dengan membaca bismillah serta menggetarkan bumi sebanyak tiga hentakkan, roda motor pun mulai dipacu.

Sepeda motor melaju dengan kecepatan standar yakni 60km/jam melewati kerikil-kerikil tajam yang belum mendapatkan perbaikan dari pemerintah, hingga diberbagai sudut jalan terdapat banyak sekali lubangan air yang bisa dimanfaatkan untuk beternak ikan lele.

Bak seorang artis yang akan bepergian jauh, para tetangga pun dengan penuh keheranan bertanya-tanya tentang kepergian saya. Karena kecepatan sepeda motor yang lumayan kencang, aku pun hanya mengangguk sembari memberikan senyum penuh keakraban.

Melewati berbagai sudut desa mulai dari Pasar Jamban - Sapuangin - Pasirungit - Pasar Manganti - Jembatan Bendungan Manganti (Perbatasan Jawa Barat - Jawa Tengah) - Pom Bensin Sidareja hingga terminal Sidareja.

Sembari tengok speedometer karena kecepatan sepeda motornya cukup kencang, tak sengaja saya pun melihat jarum penunjuk bahan bakar yang berada pada level hampir mendekati E. Adik saya yang juga memperhatikan jarum bahan bakar tersebut pun langsung merapat ke Pom Bensin yang letaknya dekat makam tepat 1 km sebelum terminal Sidareja.

Dengan ramahnya sang penjaga pom pun menawarkan jenis pengisian dalam model liter atau nominal tertentu. Akhirnya adikku memutuskan pengisian dengan kategori full yang berarti sesuai dengan muatan tangki yang tersisa.

Ternyata bahan bakar yang dibutuhkan cukup banyak yakni sekitar tiga liter dan segera sang penjaga Pom Bensin memberikan uang pengembalian dari seratus ribu yang diberikan adikku. Lanjutkan perjalanan yang tinggal beberapa menit lagi dan sampailah kami di terminal Sidareja ini dengan selamat.



READ MORE - Antara Rumah Hingga Sidareja

Sabtu, 18 Mei 2013

Perjalanan Panjang Menuju ABFI



Berbagai pertimbangan akan kehadiran saya di Solo dalam rangka Asean Blogger Festival Indonesia akhirnya membuahkan hasil. Pemikiran akan mekanisme pemberangkatan yang sudah direncanakan sebelumnya ini, nampak begitu mendadak karena memikirkan jarak tempuh serta jenis kendaraan yang akan digunakan.

Detik demi detik berganti menjadi menit bahkan hitungan jam kulalui dengan duduk berlama-lama di depan sebuah netbook putih yang kubeli dari seorang teman semasa SMP. Malam kamis atau tepatnya rabu malam telah menyapa dan saya masih tetap mondar-mandir sembari memikirkan keberangkatan ke ABFI ini.

Pusing memang sudah menjadi resiko dan itu kulewati dengan menulis dalam sebuah blog. Akhirnya pagi hari di kamis yang cerah datang menyapa dengan sinar mentari yang kekuning-kuningan pertanda sinar ultraviolet yang bagus untuk pembakaran vitamin D menyertainya.

Aku pun memutuskan untuk berangkat pagi ini, dan tanpa diperintah berbagai aktivitas rumah seperti packing sayuran matang dan gorengan ku kerjakan. Setiap pagi memang ibuku berjualan gorengan dan sayuran/oseng yang sudah siap saji.

Usai berbenah kuambil sebuah handuk dan sang Ibu pun melihat penuh keheranan karena aku yang biasanya mandi jam delapan pagi, kini sudah pagi sekali mau mandi. Lantas seorang tetangga yang datang membeli sayuran pun ikut menyahut bahwa aku rajin mandi aja dibilangin. hehe

Lantas setelah mandi pun aku bergegas memakai baju seadanya yakni semacam kaos berkerah dan celana katun berwarna hitam serta bersepatu PDH. Macam orang kantoran saja saya dengan rapihnya walau tak mengenakan kemeja, packing netbook dan perlengkapannya serta pakaian pengganti selama di Solo. Batik kemeja pun tak luput saya bawa, mengingat Solo merupakan kota budaya secara harus kubawa ini batik.

Prepare sudah selesai dan saatnya berpamitan, namun lagi-lagi orang tua pun terkejut lantaran saya yang begitu mendadak tanpa aba-aba bahwa akan pergi ke Solo. Orang tua pun bertanya bahwa apakah saya sudah memiliki cukup ongkos buat perjalanan ke Solo? Saya jawab sudah, karena memang ya sudah cukup untuk bekal diperjalanan.

Melangkah menuju pintu keluar, saya kembali berfikir mengenai perhitungan jarak dan waktu tempuh ke Solo. Seorang gadis bernama Cahyaningrum Tri Agustina memaparkan kepada saya mengenai perjalanannya ke Solo, bahwa dari Banjarnegara ke Solo biasa ditempuhnya menggunakan bus umum selama 6-7 jam.

Artinya perjalanan dari Ciamis ke Banjarnegara sendiri bisa ditempuh dengan waktu 5 jam ditambah 7 jam berarti ada dua belas jam yang harus dilewati. Namun apabila menggunakan sepeda motor dari Ciamis ke Jogja seringnya kulewati selama 7 jam, sementara dari Jogja ke Solo itu rata-rata 2-2,5 jam.

Perhitungan tersebut saya gunakan apabila ingin bepergian jauh, tetapi kali ini saya berfikir kembali apabila memaksakan diri menggunakan sepeda motor bahwa resikonya pasti ngantuk dan kecapekan. Ragu-ragu membawa sepeda motor akhirnya kuputuskan meminta adikku mengantarkan ke terminal Sidareja.
READ MORE - Perjalanan Panjang Menuju ABFI

Menanti Hujan Turun

Kala senja itu saat diriku terpaku merana dalam kesendirian, datanglah seekor capung yang membawa keindahan melalui sayap-sayapnya. Terbang kesana-kemari seolah mengajak bola mata ini untuk terus menari-nari mengikuti gerak iramanya di udara.

Tanpa terasa terdengarlah suara gemuruh dari atas langit dengan hitam pekatnya pertanda akan turun hujan. Namun sang capung masih saja beterbangan sembari mengajak gerombolan capung yang lainnya untuk terus mencari makanan diantara bunga-bunga yang sedang mekar.

Rupanya awan hitam yang sedari tadi bernyanyi-nyanyi melalui gemuruh petir, tak kuasa menahan beratnya air di atas awan. Perlahan namun pasti percikan air hujan jatuh membasahi bumi, kering tanah ini terbasahi sudah oleh sekumpulan tetes air dari langit sebagai berkah Sang Pencipta.

Bumi pun bersyukur karena telah menelan air kesegaran pembawa kemakmuran bagi dirinya dan tanaman yang terkandung di dalamnya. Pepohonan pun bergerak ke sana kemari mengikuti arah angin yang melaju cukup kencang, pun seolah menandakan terjadinya peralihan musim menuju kemarau.

Entah berapa lama lagi kita masih bisa merasakan nikmatnya air hujan sebagai pembawa berkah, hingga masa kemarau menyapa kita dengan segala keterbatasan yang ada. Mari perbanyak syukur kepada Illahi atas segala nikmat dan karunianya.
READ MORE - Menanti Hujan Turun

Ungah-Ungguh di Keraton Surakarta

Sebuah pengalaman yang jarang sekali saya alami dan rasakan sebelumnya, tak disangka bisa menapakkan kaki di atas batu marmer lantai keraton Surakarta. Bersama ratusan blogger dari seluruh nusantara dan negara perwakilan ASEAN, kami mendapatkan kehormatan untuk menikmati suasana keraton berikut dengan pemaparan mengenai kondisi di dalamnya maupun sejarahnya.

Tentu saja ini suatu kegembiraan yang tak bakal dilewatkan. Berbagai moment yang ada kami lewati dengan foto-foto bersama atau sekedar narsis ria dengan blogger tercintanya (bagi yang lagi naksir-naksiran). Namun ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh para pembaca sebelumnya, bahwa masuk keraton itu tak semudah yang kita kira.

Ada unggah-ungguh yang harus diperhatikan dengan baik apabila ingin memasuki area keraton Surakarta ini. Beberapa hal tersebut menjadi perbincangan oleh kami para blogger karena tidak mendapatkan pemaparan sebelumnya. Unggah-ungguh tersebut diantaranya kita harus mengenakan sepatu, apabila membawa sendal sebaiknya nyeker saja.

Sedangkan bagi kaum perempuan wajib mengenakan rok atau kain selendang / jarit yang menutupi tubuh bagian bawah. Karena pada dasarnya wanita memang lebih sopannya memakai rok atau pun kain yang melilit tubuh. Makna daripada peringatan ini yakni bahwa kita harus meng- unggah-ungguhkan diri sendiri sebetulnya, agar orang lain itu bisa menerima dan bersikap sopan pula terhadap kita.

READ MORE - Ungah-Ungguh di Keraton Surakarta

Jumat, 17 Mei 2013

Jamuan Malam Asean Blogger di Loji Gandrung

Perjalanan tepatnya selama 12 jam dari Ciamis menuju Solo rupanya membawa berkah tersendiri bagi saya pribadi. Selama diperjalanan disuguhi berbagai pemandangan menarik baik itu pepohonan maupun aktivitas manusia yang begitu padatnya.

Berangkat tepat jam 06.40 wib dari rumah menuju terminal terdekat yakni Sidareja hingga menuju Purwokerto, saya tak melewatkan setiap moment yang ada dengan jepret di berbagai lokasi guna mendapatkan bahan tulisan atau sekedar kenangan.

Bus yang melaju dengan perlahan sekitar 50km/jam dari arah Sidareja menuju Purwokerto tersebut, sampailah di terminal Purwokerto pas
READ MORE - Jamuan Malam Asean Blogger di Loji Gandrung

Sekedar Curhat Saat Galau Menunggu Motor diservice

Jumat pagi di hari yang ke tujuh belas di bulan mei, merupakan pertengahan menuju suatu perubahan bangsa ini. Apa hubungannya coba dengan perubahan bangsa, toh ini hanya sekedar coretan tangan saya yang mencoba melawan kebuntuan pemikiran saat sedang berinteraksi dengan dunia maya.

Ini postingan saya buat saat berada di bengkel Ujang di Kampung Sindangasih RT 20 RW 04 Sidaharja Kecamatan Lakbok Kota Banjar Jawa Barat 46385. Sengaja datang ke bengkel ini lantaran beberapa permasalahan terjadi kepada motor tua saya. Biar tua tapi sudah pernah berkeliling kota mulai dari Bandung hingga Klaten Jawa Tengah. Kalau urusan muter-muter di Jogja sih sudah sering banget pas jadi relawan gempa.

Boleh cerita sedikit sih kali ini sepeda motor saya kerusakan terjadi pada klep kayaknya yang merupakan pembatas antara bagian luar motor guna mencegah oli keluar. Selanjutnya terdapat pula masalah pada mesin eh karburator tepatnya karena pada saat akan digas justru sepeda motor malahan mati.

Ini sudah terjadi beberapa hari saat saya sedang berada di Asean Blogger di Solo minggu kemarin. Tentu saja saya kaget lantaran sepeda motor tersebut merupakan motor yang biasa dipakai guna keperluan sehari-hari tapi tak ada yang merawat. Ya sudah saya bawa saja ke bengkel, dan mungkin usai ini saya akan langsung ke sawah guna prepare musim tanam bibit padi.

So buat kamu semua yang pengen ikutan nyemplung ke sawah, datang aja ke tempatku nanti ku ajak dan kuceburkan ke sawah. Bukan sadis sih hanya berbagi kesenangan saat menikmati sejuknya udara sepoi-sepoi di gubuk sawah usai tandur (menanam bibit padi di sawah). Ya sudah cuma segitu aja sih curhatan kali ini, toh ini juga sebuah keisengan guna mengobati kegalauan saat menunggu motornya diservice

Sampai jumpa lagi di postingan saya berikutnya. Pastikan hari ini anda semua bisa melakukan aktivitas sunah seperti motong kuku dan potong rambut. Sunahnya potong kuku dan rambut itu di hari Jumat lho, banyak berkahnya. Aamiin.
READ MORE - Sekedar Curhat Saat Galau Menunggu Motor diservice

Intermezo

SHARING ILMU NGEBLOG
TERIMA PRIVAT INTERNET & MICROSOFT OFFICE

LAYANI JASA BELAJAR NGEBLOG
SHARING BLOGGING
SEDIA HERBAL MELIA PROPOLIS UNTUK PENGOBATAN SEGALA MACAM PENYAKIT (STROKE, JANTUNG, DIABETES, GINJAL, PENUAAN, dsb)

Pemesanan Herbal Propolis bisa kontak langsung 085871265667
Harga per paket Rp 580.000,- isi 7 x 6ml
Solusi untuk segala macam penyakit dalam tubuh anda luar dan dalam
. Ongkos Kirim Rp 20.000,-
Kebutuhan terhadap penyakit untuk kondisi berat rata-rata dibutuhkan 7 paket (Only Rp 3.880.000,-) Free Ongkir